Afwan sebelum kata terurai lebih,karena sungguh Ana sbgai penulis ini,belum merasa
menjadi Seorang imam(suami)yg baik secara islam maupun secara nyata dlm Ruang keluarga Ana pribadi.Karena masih banyak kekurangan maupun hal lain yg sekiranya blm msk dalam kategori Bijak.Namun Alangkah baiknya kita saling berbagi,/Share, tentang hal yg positive agar kita bisa mawas diri dan intropeksi dalam menempuh kehidupan selanjutnya bersama pasangan kita,Guna menuju, satu keluarga yang Sakinah, Mawadhah dan wa rahman sesuai syariah islam.
AKHWATUNNISSA
Terkadang kita sering bahkan jengan melihat dan mendengar tentang sebuah kehancuran dalam keluarga, perceraian,konflik intern, serta Manipulasi dalam hubungan Asmara/kurangnya harmonisasi dalam sebuah ikatan. Ambisi,Hasrat yg lebih serta wibawa dan ketampanan itu yg membuat kita sering terkecoh oleh sebuah Asmara(Ta'arup) Memang kita tdk akan mengetahui isi dari perasaan hati seseorang,karena semua itu hanya Allah Swt yg mengetahuinya.Namun kita pun perlu mengetahui dan menyakini apakah benar itu merupakan jodoh kita/calon suami kita.
Dan tidak dipungkiri juga bahwa sesungguhnya (MATI/pati,JODOH,REZEKI adalah Allah yang mengatur) namun kita pun berharap lebih selective dalam memilih calon imam (SUAMI)kita, agar kita tdk terjatuh dalam permasalahan dibelakang hari.
Akhwatunnissa
Dalam Masa pacaran (Ta'arup) kita sering menipu diri kita sendiri, Berlaku Baik bahkan lebih baik dari biasanya,sesungguhnya hal itu merupakan kontra dalam jati diri seorang Ikhwan(Calon Anda)Apapun Dilakukan yang terpenting Dia akan jatuh dalam pelukakan kita.Namun setelah kita berumah tangga dalam waktu yang relatif,barulah sikaf Asli dari calon Imam( Suami ) kita mulai terkuak dan kembali kepada Sikat dan sikap aslinya.
Akhwatunnissa
Lelaki yang paling diutamakan ialah lelaki yang soleh yang mempunyai pendidikan agama yang sempurna serta berpegang teguh dengan ajaran Islam. Di mana melalui panduan agama, seorang suami itu berwajiban menggauli isterinya dengan baik dan memberi nafkah sesuai dengan tuntutan Islam.
Firman Allah Taala dalam surah An-Nisaa’ ayat 34: Maksudnya :
“Lelaki itu pemimpin yang bertanggungjawab atas kaum wanita dan kerana Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (wanita) dan kerana telah membelanjakan harta mereka”.
Dalam ayat di atas jelas bahawa suami mempunyai kekuasaan terhadap isteri di mana isteri hanya membantu suami dalam urusan rumahtangga. Lelaki yang benar-benar dapat mengendalikan kewajiban seorang suami mestilah berupaya menjadi ketua keluarga yang bertugas memimpin, mendidik dan memberi kasih sayang terhadap rumahtangga.
Di antara faktor penting dalam mengutamakan agama yang disarankan oleh Islam ialah :-
1. Mempunyai akidah yang sempurna dan kefahaman agama yang kukuh serta praktikal.
2. Melaksanakan syariat Islam berdasarkan prinsip yang berterusan.
3. Mengamalkan sikap kesederhanaan dalam hidupnya.
4. Mengetahui besarnya ganjaran nafkah di dalam rumah tangga.
Selain dari itu wajar bagi lelaki seorang yang tajam fikirannya, bijak menyelesaikan masalah, mempunyai sifat-sifat yang mulia, seorang yang penyayang, suka memberi dan menerima, bertolak ansur dan mengambil berat terhadap keluarganya.
Walau bagaimanapun, sebagai kaum lelaki sudah masanya dari sekarang melengkapkan diri dengan mencari dan mempelajari ilmu Islam sebanyak mungkin untuk persediaan di hari muka. Oleh itu, ingatlah bahawa kaum wanita pada hari ini sudah mengerti memilih calonnya di mana bukan saja lelaki yang kacak malahan bijak pula dalam selok belok agama yang sememangnya layak menjadi suami_


Tiada ulasan:
Catat Ulasan