Ketika suluk (perjalanan keruhanian) berakhir, seorang Khalifah Senior (umur Beliau lebih kurang 65 tahun) duduk diantara para peserta suluk dengan gaya santai setelah selesai bergotong-royong membersihkan surau baik di bagian dalam maupun bagian luar. Selaku orang yang baru dalam Tarekat, pengalaman-pengalaman murid-murid senior dari Guru sangat menyenangkan untuk didengar dan banyak sekali pelajaran yang bisa diambil karena yang mereka ceritakan bukan hasil dari bacaan tapi merupakan pengalaman nyata. Dalam suasana penuh keakraban, khalifah senior bertanya kepada khalifah yang lain, “Abang-abang sekalian, apa tanda kita dekat dengan Tuhan?”.
Demikian khalifah senior bertanya kepada kami yang masih muda dan memang di surau sangat dijaga hadap (sopan santun) walaupun usia kita lebih tua tetap memanggil Abang kepada saudara seperguruan. Pertanyaan sederhana itu tidak ada yang bisa menjawab, semua diam dan memperhatikan dengan seksama wajah dari khalifah senior tersebut. Saya hadir disitu dan peristiwa itu lebih kurang 10 tahun yang lalu. Khalifah Senior dengan senyum berkata, “Semakin dekat kita dengan Tuhan maka semakin kita tidak bisa meminta kepada-Nya, seorang yang dekat dengan Tuhan ibarat seorang bayi dipangkuan ibunya, dia tidak pernah berprasangka buruk kepada ibunya, apakah ibunya memberikan makan atau tidak, membiarkan dia haus atau bahkan ibu membuangnya begitu saja, dia tetap pasrah dalam pangkuan ibunya”
Kata-kata Khalifah Senior itu sangat berbekas dalam hati saya dan kata-kata ini memberikan sebuah kesadaran kepada saya bahwa sampai saat ini saya belum dekat dengan Tuhan karena begitu banyak permintaan dalam doa, begitu banyak pula hasrat untuk menggengam dunia ini. Keluhan kalau mengalami sakit dan derita menandakan kita belum dekat dengan Tuhan. Mungkin kita telah mengenal-Nya, telah bersimpuh dikaki-Nya, telah merasakan betapa nikmat memandang wajah-Nya namun kita masih tergolong orang-orang yang dekat dihati-Nya.
Lalu bagaimana dengan ucapan Nabi bahwa kita harus selalu meminta kepada Tuhan dan orang yang tidak mau meminta digolongkan kepada orang-orang yang sombong? Bagi orang yang jauh dari Tuhan maka dia akan selalu meminta untuk kepentingan dirinya, tidak pernah dia mau berdoa untuk orang lain.
Khalifah Senior tersenyum diantara kebingungan para jamaah suluk, kemudian saya memberanikan diri bertanya, “Abangda, kalau ukuran dekat dengan Tuhan tidak bisa meminta kepada-Nya, bagaimana dengan Guru kita yang selalu mendo’akan kita, bukankah Beliau juga meminta kepada Tuhan? Dan yang saya tahu Guru kita sangat dekat dengan Tuhan”
Masih dengan senyum yang khas Beliau berkata, “Anak Muda, Seorang yang dekat dengan Tuhan itu tidak bisa meminta untuk dirinya tapi doanya sangat makbul untuk orang lain dan dia selalu berdoa untuk orang lain, seperti Guru kita. Guru kita hanya memikirkan murid-muridnya, mana pernah Beliau berdoa agar diri nya kaya? Sudah puluhan tahun saya mengikuti Beliau dan saya tahu persis bahwa yang Beliau doakan hanya muridnya, ya… kita-kita ini yang selalu menjadi beban Beliau dan terkadang tidak tahu diri….” Ucapan terakhir tidak lagi disertai senyum namun dengan wajah sedih dan linangan air mata.
Beliau melanjutkan, “Kita ini lah yang harus mendoakan Guru kita, agar semua cita-citanya dikabulkan Tuhan, itulah bukti rasa cinta dan kasih kita kepada Beliau….”
“Berulang kali saya berbuat kesalahan kepada Beliau, tapi selalu Beliau memaafkannya ….”
Kemudian Khalifah Senior melanjutkan nasehatnya, “Jangan pernah abang-abang sekalian durhaka kepada Guru kita karena kalau durhaka kepada Guru tidak akan beruntung selama-lamanya…”
Setelah saya memahami hakikat Ketuhanan dan kebenaran dari Tariqatullah dan saya meyakini bahwa betapa hebatnya Ilmu zikir yang dapat mengantarkan orang kepada Allah, saya memberanikan diri untuk bertanya kepada Guru, “Guru, begitu hebatnya ilmu zikir dalam tarekat ini, kenapa tidak semua manusia mau mengikuti jalan ini?”
Guru tersenyum dan berkata, “Hanya sedikit orang yang bisa bersyukur….”
Saat itu saya tidak begitu paham dengan apa yang beliau sampaikan baru sekarang saya memahaminya, bahwa begitu banyak karunia diberikan oleh Allah kepada manusia namun sedikit sekali yang mau menyembah-Nya dengan cara yang benar, sedikit sekali orang yang sungguh-sungguh mencari jalan untuk kembali kepada-Nya, sedikit sekali orang yang bersyukur. Saya jadi ingat kisah Nabi yang shalat semalaman dan ketika ditanya oleh Aisyah kenapa Beliau shalat begitu banyak sampai kaki bengkak padahal Beliau sudah dijamin masuk surga dan nabi menjawab, “Aku ingin menjadi ABDAN SYAKURA (hamba yang pandai bersyukur)”
Isnin, 25 Jun 2012
DARI 1000 ORANG, 999 MASUK NERAKA
Dari Abu Hurairah ra : dari Nabi saw sabdanya, “Jarak antara dua kali tiupan sangkakala itu lamanya ada empat puluh”
Para sahabat bertanya, “Hai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari?” Ia menjawab, “Saya tidak tahu”
Mereka bertanya pula, “Apakah empat puluh bulan?” Ia menjawab, “Saya tidak tahu”
... Sekali lagi mereka bertanya, “Apakah empat puluh tahun?” Ia menjawab pula, “Saya tidak tahu”
Abu Hurairah ra lalu melanjutkan sabda Rosulullah saw : “Kemudian ALLAH menurunkan air hujan dari langit, lalu orang-orang yg telah mati itu tumbuh kembali sebagaimana tumbuhnya sayur-mayur. Tidak ada suatu anggotapun yg masih tertinggal pada manusia itu, semuanya telah hancur luluh, melainkan sepotong tulang saja yakni tulang ekornya dan dari tulang inilah tumbuh kembalinya seluruh tubuh manusia itu pada hari kiamat”
Sama berdiri memandang sambil menanti-nantikan. Setelah itu kepada mereka dikatakan, “Hai seluruh manusia, marilah semua pergi menemui Tuhanmu”. Kepada Malaikat yg menggiring mereka itu dikatakan, “Suruhlah mereka berhenti, sebab mereka itu akan ditanyai dahulu”
Sehabis itu lalu dikatakanlah, “Keluarkanlah untuk dikirim ke neraka”. Ditanya, “Dari berapa?”. Dijawab, “Dari setiap seribu ada sebanyak sembilanratus sembilan puluh sembilan orang”
Rosulullah saw melanjutkan sabdanya, “Itulah hari yg dapat membikin anak-anak menjadi tua beruban dan terjadilah bencana yg amat dahsyat”. (Aqidah Islam, 2001)
Para sahabat bertanya, “Hai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari?” Ia menjawab, “Saya tidak tahu”
Mereka bertanya pula, “Apakah empat puluh bulan?” Ia menjawab, “Saya tidak tahu”
... Sekali lagi mereka bertanya, “Apakah empat puluh tahun?” Ia menjawab pula, “Saya tidak tahu”
Abu Hurairah ra lalu melanjutkan sabda Rosulullah saw : “Kemudian ALLAH menurunkan air hujan dari langit, lalu orang-orang yg telah mati itu tumbuh kembali sebagaimana tumbuhnya sayur-mayur. Tidak ada suatu anggotapun yg masih tertinggal pada manusia itu, semuanya telah hancur luluh, melainkan sepotong tulang saja yakni tulang ekornya dan dari tulang inilah tumbuh kembalinya seluruh tubuh manusia itu pada hari kiamat”
Sama berdiri memandang sambil menanti-nantikan. Setelah itu kepada mereka dikatakan, “Hai seluruh manusia, marilah semua pergi menemui Tuhanmu”. Kepada Malaikat yg menggiring mereka itu dikatakan, “Suruhlah mereka berhenti, sebab mereka itu akan ditanyai dahulu”
Sehabis itu lalu dikatakanlah, “Keluarkanlah untuk dikirim ke neraka”. Ditanya, “Dari berapa?”. Dijawab, “Dari setiap seribu ada sebanyak sembilanratus sembilan puluh sembilan orang”
Rosulullah saw melanjutkan sabdanya, “Itulah hari yg dapat membikin anak-anak menjadi tua beruban dan terjadilah bencana yg amat dahsyat”. (Aqidah Islam, 2001)
hubungan hati n amalan
Seandainya kamu diberikan WAJAH yang cantik/tampan,
BINALAH HATI secantik wajahmu agar Allah kurniakan TEMAN HIDUP yang BERHATI JERNIH..
Sabda Nabi s.a.w :
"Sesungguhnya Allah TIDAK MELIHAT rupa paras dan harta kamu, tetapi Dia melihat HATI DAN AMALAN kamu."
(HR Muslim)
BINALAH HATI secantik wajahmu agar Allah kurniakan TEMAN HIDUP yang BERHATI JERNIH..
Sabda Nabi s.a.w :
"Sesungguhnya Allah TIDAK MELIHAT rupa paras dan harta kamu, tetapi Dia melihat HATI DAN AMALAN kamu."
(HR Muslim)
kalau jadi.....
Kalau jadi manusia jangan jadi manusia BIASA,
yang longgar jiwanya,
yang rapuh imannya,
sempit mindanya,
gelap masa depannya..
...
Tetapi jadilah manusia yang LUAR BIASA,
yang gah jiwanya,
kental imannya,
tertib solatnya,
Al-Quran juadahnya,
luas pandangannya,
gemilang masa depannya..
Sesungguhnya jika ALLAH menyayangi hambaNYA,
akan diujinya..
Apabila dia bersabar,
maka besar hikmahnya,
dipermudahkan penyelesaiannya..
Apabila dia redha,
ALLAH mengasihinya,
dilapangkan hatinya,
dan dihiaskan wajahnya dengan KETENANGAN.
Tidakkah kita tahu ujian itu adalah didikan langsung dari ALLAH?
Contohilah Suri Tauladan yang ada pada diri Rasulullah SAW
itulah manusia LUAR BIASA yang sebenar-benarnya...
yang longgar jiwanya,
yang rapuh imannya,
sempit mindanya,
gelap masa depannya..
...
Tetapi jadilah manusia yang LUAR BIASA,
yang gah jiwanya,
kental imannya,
tertib solatnya,
Al-Quran juadahnya,
luas pandangannya,
gemilang masa depannya..
Sesungguhnya jika ALLAH menyayangi hambaNYA,
akan diujinya..
Apabila dia bersabar,
maka besar hikmahnya,
dipermudahkan penyelesaiannya..
Apabila dia redha,
ALLAH mengasihinya,
dilapangkan hatinya,
dan dihiaskan wajahnya dengan KETENANGAN.
Tidakkah kita tahu ujian itu adalah didikan langsung dari ALLAH?
Contohilah Suri Tauladan yang ada pada diri Rasulullah SAW
itulah manusia LUAR BIASA yang sebenar-benarnya...
jadi b0doh??
Lelaki jadi bodoh depan wanita cantik? Peliknya kajian mereka. Tapi betul juga sebab ramai lelaki yang "kena kikis" dengan perempuan cantik. Apa nak semua kasi. Diri sendiri makan meggi hari-hari pun no problem. Last-last kena tinggal. Itu ya memang bodoh :)
Pesanan Rasulullah s.a.w untuk kaum lelaki :
... “Jangan engkau kahwini wanita yang ada 6 sifat ini. Yang Ananah, yang Mananah, yang Hananah, yang Hadaqah, yang Basaqah dan yang Syadaqah”.
1. Wanita Ananah:
Wanita yang banyak mengomen itu dan ini. Apa yang diberi atau dilakukan suami untuk rumahnya tangga semua tidak kena dan tidak berpuas hati.
2. Wanita Mananah:
Wanita sebegini yang menidakkan usaha dan jasa suami sebaliknya mendabik dada dialah yang banyak berkorban untuk membangun rumah tangga. Dia suka mengungkit-ungkit apa yang dilakukan untuk kebaikan rumah tangga. Biasanya wanita ini bekerja atau berkedudukan tinggi dan bergaji besar.
3. Wanita Hananah:
Menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikahwininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain dan wanita ini berangan-angan mendapatkan suami yang lebih baik dari suami yang sedia ada. Dalam kata lain wanita sebegini tidak bersyukur dengan jodohnya itu. Wanita sebegini yang mengkufuri nikmat perkahwinan. Dia juga merendahkan kebolehan dan kemampuan suaminya.
4. Wanita Hadaqah:
Melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya untuk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya. Selain itu wanita ini suka ikut nafsunya.
Wanita sebegini memeningkan kepala lelaki. Dia tengok apa saja dia mahu. Dia suka membandingkan dirinya dengan diri orang lain. Suka menunjuk-nujuk. Wanita inilah yang menjadikan suami dulu berseri menjadi sugul dan tertekan. Berdosa besar baginya.
5. Wanita Basaqah (ada 2 makna):
Pertama wanita sebegini yang suka bersolek dan menghiaskan diri. Dia menghias diri bukan untuk suaminya tetapi untuk ditunjuk-tujukkan kepada dunia. Suka melawa. Wangnya dihabiskan untuk membeli make-up, kasut dan barang kemas. Wanita begini juga suka dipuji-puji. Kalau dia kebetulan menjadi isteri orang ternama dan menjadi pula ketua dalam kumpulan itu, orang lain tidak boleh mengatasi dirinya.
Kedua dia marah ketika makan, selalunya dia tidak mahu makan kecuali sendirian dan diasingkannya bahagiannya. Inilah wanita-wanita Basaqah (minta dijauhkan… aminnn)
6.Wanita Syadaqah:
Banyak cakap, tidak menentu lagi bising. Kebecokan itu juga menyebabkan segala kerja yang dibuatnya tidak menjadi, hanya tukang sibuk dan komen saja.
Dicatat oleh Imam Al-Ghazali…
Pesanan Rasulullah s.a.w untuk kaum lelaki :
... “Jangan engkau kahwini wanita yang ada 6 sifat ini. Yang Ananah, yang Mananah, yang Hananah, yang Hadaqah, yang Basaqah dan yang Syadaqah”.
1. Wanita Ananah:
Wanita yang banyak mengomen itu dan ini. Apa yang diberi atau dilakukan suami untuk rumahnya tangga semua tidak kena dan tidak berpuas hati.
2. Wanita Mananah:
Wanita sebegini yang menidakkan usaha dan jasa suami sebaliknya mendabik dada dialah yang banyak berkorban untuk membangun rumah tangga. Dia suka mengungkit-ungkit apa yang dilakukan untuk kebaikan rumah tangga. Biasanya wanita ini bekerja atau berkedudukan tinggi dan bergaji besar.
3. Wanita Hananah:
Menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikahwininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain dan wanita ini berangan-angan mendapatkan suami yang lebih baik dari suami yang sedia ada. Dalam kata lain wanita sebegini tidak bersyukur dengan jodohnya itu. Wanita sebegini yang mengkufuri nikmat perkahwinan. Dia juga merendahkan kebolehan dan kemampuan suaminya.
4. Wanita Hadaqah:
Melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya untuk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya. Selain itu wanita ini suka ikut nafsunya.
Wanita sebegini memeningkan kepala lelaki. Dia tengok apa saja dia mahu. Dia suka membandingkan dirinya dengan diri orang lain. Suka menunjuk-nujuk. Wanita inilah yang menjadikan suami dulu berseri menjadi sugul dan tertekan. Berdosa besar baginya.
5. Wanita Basaqah (ada 2 makna):
Pertama wanita sebegini yang suka bersolek dan menghiaskan diri. Dia menghias diri bukan untuk suaminya tetapi untuk ditunjuk-tujukkan kepada dunia. Suka melawa. Wangnya dihabiskan untuk membeli make-up, kasut dan barang kemas. Wanita begini juga suka dipuji-puji. Kalau dia kebetulan menjadi isteri orang ternama dan menjadi pula ketua dalam kumpulan itu, orang lain tidak boleh mengatasi dirinya.
Kedua dia marah ketika makan, selalunya dia tidak mahu makan kecuali sendirian dan diasingkannya bahagiannya. Inilah wanita-wanita Basaqah (minta dijauhkan… aminnn)
6.Wanita Syadaqah:
Banyak cakap, tidak menentu lagi bising. Kebecokan itu juga menyebabkan segala kerja yang dibuatnya tidak menjadi, hanya tukang sibuk dan komen saja.
Dicatat oleh Imam Al-Ghazali…
ada lagi!

Bismillahir-Rahmaanir-Rahi
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
KALAU kita kaji di dalam Al-Qur'an, kita akan dapati larangan mengucapkan perkataan "Uf" kepada kedua ibu bapa dan juga larangan menengking mereka.
Kerana sikap demikian adalah bukti penderhakaan seorang anak terhadap orang tuanya, disamping ia sendiri menunjukkan sikap tidak menghormati ibubapa yang bertanggungjawab membesarkan anak terlibat semenjak kecil lagi. Jasa ibu bapa perlu dihormati walaupun mereka tidaklah menuntut anak-anak mereka berbuat demikian sebagai membalas jasanya. Anak-anak perlu memahami sendiri tanggungjawab menghormati ibubapa mereka.
Al-Qur'an menjelaskan batas minima yang melayakkan seseorang anak itu boleh dibataskan sebagai menderhaka kepada kedua orang tua mereka iaitu ucapan "Uf".
Firman Allah SWT. bermaksud: "Maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya dengan perkataan "Uf" dan janganlah kamu menenking keduanya, sebaliknya berkatalah kepada keduanya dengan perkataan yang baik."
(Al: Israk: 23).
Sekarang penderhakaan bentuk baru dikalangan anak-anak begitu jelas kelihatan dan lebih dasyat lagi ucapan dari "Uf". Antaranya ialah anak-anak yang di hantar menuntut ke institusi pengajian tinggi, kolej, maktab, dan lain-lain sanggup menghampakan harapan ibubapa mereka dengan tidak belajar dengan bersungguh-sungguh, walaupun mereka mendapat dorongan dan bantuan yang cukup daripada kedua-dua ibubapa mereka.
Semua orang tahu mengucapkan perkataan "Uf" adalah satu bentuk penderhakaan kepada kedua ibu bapa, tetapi tidak semua orang tahu yang menuntut sambil lewa, sekaligus mengecewakan harapan orang tua itu juga dikira sejenis penderhakaan.
Ada di antara mereka menggunakan wang yang diperolehi untuk menghisap dadah, membelanja girl friend, membeli motor besar untuk berlumba di waktu malam, membeli pakaian yang mahal-mahal dan lain-lain tanpa menyedari yang wang itu sepatutnya digunakan untuk memenuhi keperluan pembelajaran,
Akhirnya sesetengahnya gagal dalam pelajaran dan sekaligus mengecewakan harapan orang tua. Ini sebenarnya adalah sejenis penderhakaan namanya.
Lainlah kalau seseorang itu sudahpun berusaha bersunguh-sungguh dalam pelajarannya, tetapi masih gagal juga dalam pelajaran. Orang ini tidak dikatakan sebagai anak derhaka.
Perbuatan menderhaka kepada kedua ibu bapa dalam bentuk baru ini banyak menghilangkan keberkatan ilmu yang dipelajari. Kerana ilmu yang dituntut itu dilihat tidak memberi apa-apa kepentingan kepadanya. Ini sebenarnya telah menghancurkan salah satu adab ilmu, di mana menuntut ilmu itu perlu dilakukan dengan bersungguh-sungguh bukan sekadar sambil lewa.
Walhu'alam. Semoga ada sedikit sebanyak manfaatnya untuk sahabat-sahabat sekalian.
alam ituuuuuuu....

Harun Al-Rasyid berkata kepada Abu Al-Atahiyah : "Nasihatilah Diriku", Al-Atahiyah menjawab : " Aku takut " Harun Berkata : " kamu orang yang aman," Kemudian Al-Atahiyah melantunkan bait-bait syairnya berikut ini : " ( Dalam setiap langkah dan nafas,kamu tidak akan selamat dari kematian,meskipun kamu dikerumuni para penjaga berani mati,kamu mengharapkan kebahagiaan namun tidak berjalan pada jalannya,sungguh,perahu tidak belayar di atas daratan" ) "PERJALANAN KE ALAM KUBUR".... ( " Wahai orang-orang yang menghantarkan peti mati,kami adalah para malaikat yang selalu mengawasi,ketahuilah Allah yang menciptakan manusia kewajipan hanya menyembah kepada-Nya,Allah telah menciptakan alam semesta supaya kamu ikhlas beribadah kerana-Nya,Allah telah mengutus para utusan untuk memperingatkan kepada manusia supaya mereka serius dalam ketakwaan Allah telah melapangkan jalan bagi manusia supaya tidak terjerumus kedua kalinya.....
Diriwayatkan oleh Ibnu Sammak bahawa pada suatu hari dia ikut melihat jenazah,ketika melihat liang kubur,dia menangis kemudian berkata kepada teman-temannya : "wahai saudara-saudara ku sekalian,sudahkah kamu menyiapkan bekal untuk menghadapi kematian?bukankah bukti dari kematian dapat kamu lihat di hadapan kamu semua?tidakkah kamu menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari kesedihan dan ketika kamu dimasukkan ke dalam liang kubur? tidakkah lebih baik bagi seorang pemuda untuk bergegas menyiapkan kematiannya?tidakkah usia para pemuda selalu bertambah dan berubah?
"wahai saudara-saudaraku sekalian,bukankah manusia di usia tua akan semakin tak berdaya?bukankah orang yang sudah tua renta akan segera berakhir masa hidupnya?Maka,manfaatkanla
ingatlah kematian itu pasti keatas diri kita...bersiaplah segera!
Hadits Tentang Cinta
Begitu banyak peluang yang Allah berikan, yang Rasulullah tunjukan, untuk menjadi mulia dengan cinta. Bukan menjadi terhina dan terpuruk, karenanya. Semoga hadits-hadits cinta ini bisa mengantarkan kita untuk sedikit demi sedikit memahami cinta yang menyelamatkan. Cinta yang menerbangkan kita ke surga-Nya, Insya Allah.
Cinta yang memberikan cahaya
“Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka, karena kedudukannya disisi Allah. Sahabat bertanya :
“Ya Rasulullah, tolong kami beritahu siapa mereka ? Rasulullah SAW. Menjawab : Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita” (H.R. Abu Daud)
Cinta yang menggugurkan dosa
“Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut” (H.R. Tabrani)
Cinta yang memberikan keteduhan
“Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku” (H.R. Muslim)
Cinta yang berbalas cinta
“Allah swt berfirman, “pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku” (Hadits Qudsi)
Karena cinta, dicintai-Nya
“Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata,
“Kau mau kemana ?”
Ia menjawab, “Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini”
Malaikat terus bertanya, “Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu ?”
Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT”
Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya” (H.R. Muslim)
Tiga cinta yang manis
Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka” (H.R. Bukhari-Muslim)
Kutip : La Tahzan For Broken Hearted Muslimah
~Prince of Dakwah~
Cinta yang memberikan cahaya
“Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka, karena kedudukannya disisi Allah. Sahabat bertanya :
“Ya Rasulullah, tolong kami beritahu siapa mereka ? Rasulullah SAW. Menjawab : Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita” (H.R. Abu Daud)
Cinta yang menggugurkan dosa
“Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut” (H.R. Tabrani)
Cinta yang memberikan keteduhan
“Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku” (H.R. Muslim)
Cinta yang berbalas cinta
“Allah swt berfirman, “pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku” (Hadits Qudsi)
Karena cinta, dicintai-Nya
“Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata,
“Kau mau kemana ?”
Ia menjawab, “Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini”
Malaikat terus bertanya, “Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu ?”
Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT”
Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya” (H.R. Muslim)
Tiga cinta yang manis
Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka” (H.R. Bukhari-Muslim)
Kutip : La Tahzan For Broken Hearted Muslimah
~Prince of Dakwah~
USTAZ PHOTOGRAPHER (FULL VERSION)
Irdina tekun menghadap buku rujukannya. Maklumlah minggu hadapan akan menghadapi peperiksaan pertengahan tahun. Semua pelajar Tingkatan 5 bertungkus lumus untuk meraih keputusan yang memberangsangkan. Irdina melihat kearah jam tangannya sudah menginjak ke pukul 1 pagi. Dia bangun lalu menutup lampu dormnya. Kalau diikutkan satu kesalahan kerana peraturan asrama menyuruh mereka menutup lampu sebelum jam 11 malam. Tidak mengapa bukan selalu.
Irdina menarik selimut hingga ke paras dada. Dia membaca doa tidur,ayat kursiy, tiga qul dan menyapukannya ke seluruh badan. Irdina memusingkan badannya ke sebelah kanan. Ikut sunnah nabi. Dapat pahala sekaligus dapat kesihatan yang baik lagi. Ini kerana menurut kajian tidur mengiring sebelah kanan mempercepatkan proses penghadaman makanan berbanding mengiring ke sebelah kiri yang mengambil masa 8 jam untuk memproses makanan. Subhanallah sangat hebat aturan Allah.
“Ina, tadi aku tengok ramai yang masuk lower 6 kat sini. Semua aku tengok, pergh hensem-hensem. Kau tak nak singgah dewan kejap ke?” Fatin rancak bercerita. Memang sinonim dengan Fatin yang bermulut becok ni. Segala gossip-gosip dan berita terkini di sekolah berada di genggamannya. Walaupun mulut becok tapi hatinya baik.
“Ina, kau dengar tak aku cakap ni. macam cakap dengan batu,”Fatin menarik muncung sedepa.
“Ye, aku dengar ni,”balas Irdina sambil tersenyum. Mereka meneuskan perjalanan mereka untuk ke kelas. Tiba-tiba, Irdina terpandang seseorang yang amat menarik perhatiannya. Orangnya memakai baju uniform tiada yang peliknya. Tapi dekat kepalanya …songkok. Budak tahfiz mana pula sesat dekat sekolah biasa ni.
Fatin perasan itu. Tapi dia buat tidak tahu. Nanti lambat pula masuk ke kelas Puan Sew. Nanti dia membebel punyalah lama ditambah lagi dengan ayat yang pedas. Memang sedap lah. Silap-silap tak belajar subjek kimia ni dengar dia membebel. Langkah mereka semakin laju.
Yeay! Habis juga exam yang telah merosakkan minda. Kini tiba hari guru. Masa ini memang paling ditunggu-tunggu oleh guru. Tiba masa pelajar-pelajar untuk membuat persembahan untuk menghargai guru-guru. Pelajar kelas Irdina sudah merancang untuk membuat teater muzikal. Walaupun mereka pelajar aliran sains, tapi jangan pandang rendah. Biologi pun mereka boleh buat lagu. Eksperimen kimia boleh pula ada yang ter’over’ letak potassium dalam air. Apa lagi, meletup la.
Mereka akan membuat persembahan Puteri Gunung Ledang. Muzik jagan risau budak teknikal ada. Bob,Aeril dan Casper. Pakar mem ‘blackout’kan asrama tu. Walaupun waktu latihan begitu singkat, tapi memang semua bagi kerjasama. No problem la.
Semasa hari guru tiba…….
Semua abang-abang upper 6 dah semua pakai tuxedo. Macam waiter pun ada. Perempuan pula memakai baju kebaya. Tapi ada yang cacat sikit la. Ketat.haha jahat betul Irdina ni. main sedap je mengata.
“Ni mesti abang Farid sponsor ni. dia je yg paling kaya,” Fatin berkata sambil membetulkan selendangnya. Persembahan kelas ni walaupun teater Gunung Ledang, tapi tak dapat de nak pakai seksi meksi. Tengoklah ketua kelas Ustaz Kamal. Erk Ustaz tu tambahan je.
Apaila guru-guru berarak masuk je. Para ‘jejaka idaman’ yang memakai tuxedo tadi melutut di depan guru dan memberikan sejambak bunga. Muka semua poyo-poyo belaka. Untungla cikgu perempuan. Ada seseorang yang mencuri pandangan Nur Irdina dari tadi. Yang memakai songkok, peang kamera. Budak tahfiz sesat.
“Irdina, cepat kita buat persembahan pertama,” Irdina pantas masuk ke dalam bilik persalinan membetulkan apa yang patut. Persembahan berjalan dengan lancar. Di celah-celah orang ramai masih lagi wajah itu tidak dilepaskan oleh Irdina
“Kau ni, tengok je. Tak nak tegur ke?”Fatin menegur. Dia mula bergerak kea rah budak tahfiz sesat itu. Main sedap je cop nama kan. Irdina menahan Fatin.
“Tak payahlah. Malu ni,”
“Alah tak pe lah,”
“Assalamualaikum, form berapa ni?” Waaa!!! Dia ada dekat depan. Irdina tertunduk malu.
“Waalaikumusalam. Dah nak SPM da ni.”Fatin menjawab. Mereka berbual seketika. Irdina berlalu ke belakang pentas. Tidak lama kemudian, Fatin datang dengan senyuman penuh makna. Tanpa dipinta Fatin terus menceritakan latar belakang lelaki itu.
“ Namanya Aiman Nur Farhan. Dulu pernah sekolah tahfiz. Masa Tingkatan 4 pindah sekolah biasa. Tak tahulah kenapa. Tak Tanya pula. Tapi aku tengok dia memang minat fotografi la. Mesti dia ambil kelas multimedia nanti. Boleh kau selalu jumpa dia.” Fatin tersengih nakal. Irdina menampar bahu Fatin. Nakal betul. Ya Allah jauhkan aku daripada zina. Cahaya kamera pantas menjamah muka irdina tanpa disedari.
"Irdina, saya nak awak siapkan semua sistem maklumat dan data hari ini juga. Besok pegawai akan datang melawat sekolah kita. So, by hook or by the crook awak kena siapkan hri ini juga," pesan Cikgu Sulaiman sebelum keluar dari kelas. Irdina sudah tersandar di kerusi. Cikgu ni sakit kepala belajar add math tadi tak hilang dah tambah tugas baru. Fatin yang duduk di sebelahnya menepuk bahunya seakan memberi kekuatan.
"Fatin tolonglah aku, petang ni je. Ada lebih kurang 500 maklumat lagi tak keep in. Please...," suara Irdina seakan merayu. Bukan seakan dah memang merayu pun.
"Alah aku bukan tak nak tolong kau. Tapi aku dah janji dengan budak PMR tu nak ajar. Nanti bising pula. Aku dah banyak tangguh dengan mereka,"Fatin berasa serba salah.
"Tak pe lah aku buat seorang je. Nanti aku mintalah tolong sesiapa,"Irdina seperti kecewa. Kelas mereka hampir kosong. Mereka bergerak meninggalkan kelas.
"Kau tak nak balik hostel dulu ke?"Fatin bertanya.
"Tak payah lah. Aku solat kat sekolah je. Nanti boleh terus pergi ke bilik multimedia," Fatin mengangguk. Mereka mengambil arah masing-masing. Fatin ke asrama manakala Irdina ke surau sekolah.
Irdina meletakkan beg di dalam surau dan terus mengambil wudhuk di dalam bilik wudhuk. Irdina memerhati di dalam surau. Hanya dia seorang sahaja. Selepas dia menunaikan solat zuhur, Irdina melipat kain telekung. Sedang dia melipat kain telekung, dia terdengar suara seseorang sedang membaca Al-Quran. Berdasarkan apa yang didengar surah yang dibaca ialah surah Yusuf. Surah yang sangat digemarinya. Suaranya suara lelaki. Merdu. Irdina mendengar sampai habis. Apabila habis dia terus keluar dari surau. Baru dia sedar hanya dia dengan lelaki itu sahaja yang ada di surau.
Semasa dia keluar, dia terserempak dengan seorang lelaki yang dikenali. Aiman Nur Farhan. Adakah dia pemilik suara itu? Hati Irdina berkira. Mahu tegur atau tidak. Aiman perasan Irdina ada di situ.
"Awak tak balik lagi ke?" tanya Aiman. Irdina mula kalut. Adus apa nak cakap ni. Dah aku ada kat sini dah sah-sah lah tak baik lagi. Akhirnya Irdina menggeleng menjawab pertanyaan tersebut. Jantungnya dah macam nak tercabut. Macam nak pengsa pun ada. Adakah ini....
"Awak buat apa lagi? Bukan dah tak de kelas lagi ke?" Aiman bertanya lagi. Memang sikapnya begitu. Suka menegur orang.
"Saya ada tugasan sikit. Kena siapkan maklumat dan data pelajar,"Irdina menjawab perlahan.
"Jom,"Aiman mengajak.
"Jom?Nak pergi mana,"Irdina bertanya seakan orang bodoh.
"Pergi siapakan kerja awaklah. Mesti banyakan. Saya pernah buat benda alah tu. Tak mungkin awak boleh siapkan seorang diri," Irdina bersetuju. Mana mungkin dia menyiapkan seorang diri. Mereka sama-sama menuju ke bilik multimedia. Sampai sahaja di sana Aiman membuka semua tingkap dan pintu. Katanya nanti ada orang salah faham pula. Irdina bersetuju.
~~~~~
"Siap juga akhirnya," Irdina berkata puas. Aiman tersenyum. Seronok membuat kerja yang sudah lama ditinggalkannya. Dulu di sekolah lama dia selalu membuat kerja seperti ini. Kata guru dan rakannya dia taip laju. yelah.
"Jomlah balik dah pukul 5.30 petang ni," Irdina mengajak. irdina sudah keluar dari bilik multimedia. Menunggu di luar. Dia membiarkan Aiman menutup semua kipas lampu segala apa lagi yang mesti ditutup. hehe jahat juga aku ni. Mereka berjalan menuju ke asrama. Aiman jalan di depan manakala Irdina mengekori belakang Aiman.
"Siapa yang kat dewan tu?"Aiman bertanya. Irdina melihat ke arah yang dipandang Aiman. Tiada apa yang mencurigakan pun. Aiman pergi menghampiri dewan tersebut. Irdina mengekori mahu tahu apa yang ada di dewan meskipun bulu romanya sudah meremang. Semakin lama mendekat, Irdina dapat mendengar suara perempuan dan suara lelaki bergelak ketawa. Kedengaran seperti dari dalam bilik persalinan di belakang dewan. Hampir sahaja di pintu bilik persalinan..
"Opocot mak engkau,"Irdina melatah. Kamal rupanya. Dia meletakkan jari telunjuk di jari. Irdina faham dia menunjukkan isyarat zip mulut. Aiman sedang bincang sesuatu dengan Kamal. Selepas itu mereka memandang ke belakang ke arah Irdina. Irdina mengangkat kening.Kenapa?
"Kita serang dia senyap-senyap nanti mereka lari. Kau nanti tangkap yang perempuan,” Kamal menjelaskan strategi mereka. Irdina membuat thumbs up tanda dia faham. Mereka pun memulakan misi mereka. Misi pencegah maksiat. Part time je. Semakin lama semakin mendekat. Semakin lama semakin jelas suara mereka bergelak ketawa. Aiman yang berada di hadapan sekali memulas tombol pintu.
“Hoi, kau buat apa ha?” Kamal menjerit. Terkejut Irdina yang ada di belakang. Tidak pernah ketua kelasnya itu marah sebegitu rupa. Orang yang di dalam bilik itu lagi terkejut. Aiman dan Kamal masuk ke dalam bilik itu diikuti oleh Irdina. Alangkah terkejutnya Irdina melihat seorang yang sangat dikenalinya bahkan orang yang dihormati oleh seluruh sekolah kerana kewibawaannya membuat perkara yang sangat dibenci oleh Allah.
“Fatin, Shahril apa yag kau buat ni?” Irdina marah. Namun ada rasa kecewa di situ melihat teman baiknya melakukan zina. Mana pergi segala kata nasihat yang diberikan kepada pelajar-pelajar dulu? Mana pergi sifat malunya? Irdina mempersoalkan. Namun tiada jawapan. Fatin sudah menangis teresak-esak.
“Aku silap Dina. Aku tak tahu kenapa aku jadi macam ini. Shahril yang ajak aku,” Fatin masih mahu membela diri.
“Eh asal salah aku pula. Kau yang terhegeh-hegeh kat aku. Aku on je,” Shahril membela diri pula. Dah terg-terang dua-dua salah. Kamal memegang kemas tangan Shahril.
“Eh kau lah yang salah kau yang ajak aku,” Fatin bersuara dengan esak tangisnya. Seraya itu Irdina menampar pipi Fatin. Kepala Fatin terasa terpusing 360 darjah. Fatin memegang pipinya. Sakit.
“Kau memang tak guna. Aku benci kau. Kau bukan kawan aku lagi,”Irdina berkata geram. Dia terus berlalu meninggalkan mereka. Tidak menghiraukan esak tangis Fatin yang semakin kuat.
“Bawa mereka jumpa Ustaz Azhan. Biar dia uruskan,”Irdina berpesan lagi kepada Kamal dan Aiman.
~~
Berita buruk memang cepat tersebar. Belum sampai sehari berita Fatin dan Shahril kerana tangkap basah telah tersebar di seluruh sekolah. Bermacam-macam spekulasi dibuat. Ada antaranya yang membela ada yang mencaci maki ah manusia. Hari itu Irdina hanya jalan berseorangan tidak mahu berjumpa rakan baiknya itu. Bukan benci tapi sangat kecewa. Kecewa kerana rakannya yang sering menasihati orang ramai untuk menjauhi zina tetapi dia buat juga. Orang yang sangat dia percayai, orang yang sangat dia hormati kerana keperibadiannya yang cantik. Bak kata guru-guru dia ialah perempuan acuan Al-Quran tetapi..ah sangat payah untuk menerima.
Hari ini tindakan buang sekolah akan dijalankan ke atas Shahril dan Fatin. Sebelum itu mereka akan diarak bagai orang kahwin ke seluruh sekolah. Memang selalu begitu supaya menjadi pengajaran kepada semua pelajar. Sepanjang perarakan itu Irdina dapat melihat muka sedih Fatin manakala Shahril hanya muka selamba. Tidak tahu malu agaknya Shahril ni.
“Pertama sekali akak nak minta maaf dekat semua adik-adik akak kerana tidak dapat menjadi contoh yang baik kepada adik-adik semua. Tidak lupa kepada rakan-rakan saya, saya nak minta maaf terutama untuk kawan baik saya Irdina,” Itulah ucapan terakhirnya di Aspuri. Ucapannya itu hanya didengari oleh sebahagian penghuni sahaja. Itupun yang dengar ada yang memaki di situ juga. Fatin memeluk Irdina sambil mengucapkan kata-kata maaf. Namun Irdina kaku.
Sekarang sudah lebih kurang 3 tahun peristiwa itu berlaku. Sekarang ini Irdina sudah berada di Kanada. Melanjutkan pelajran untuk menjadi seorang doktor.Fatin dengarnya di USM .Manakala Aiman pula dengarnya berada di Universiti Lim Kok Wing. Jurusan apa lagi yang mahu ambil selain daripada fotografi. Sebenarnya ada cerita sebelum mereka berpisah. Hehe
~~
“Kamal, harini Kamal nampak hensem lah,”Aiman memuji.
“Abang ni, puji-puji mesti ada apa-apa ni,”Kamal serkap jarang. Aiman hanya tersengih.
“Adalah tu,”Kamal berkata lagi. Aiman menyeluk poketnya sambil mengeluarkan sekeping sampul surat berwarna biru muda. Kamal tersengih nakal. Nak suruh aku bagilah tu.
“Bagi kat Irdina tau. Tapi bagi masa hari last exam. Nati terganggu pula dia nak study,”
“Ok beres bos. Tapi mesti nak ni,” Kamal mengisyaratkan duit.
“Nanti abang belanja cendol Pak Mat kat depan tu,”
“Tau je abang ni. Ni bertambah sayang dekat abang ni,”Kamal memaut leher Aiman. Tingginya lebih kurang je
“Erk sayang??”Aiman tersengih. Kamal melepaskan leher Aiman.
“Bukan sayang itulah abang. Sayang sebagai kawan,”Kamal menerangkan. Tidak usah terang pun tak pe Aiman sudah mengerti.
Habis exam terakhir semua dah bersorak gembira. Ada juga yang mengucap hamdalah. Ingat juga kat tuhan. Irdina bersalaman dan berpelukan dengan semua rakan-rakanya. Maklumlah nanti dah merata. Bila nak jumpa lagi. Irdina keluar dari dewan.
“Irdina! Tunggu, aku nak bagi kau something,”kelihatan Kamal berlari terkocoh-kocoh mendapatkannya. Irdina berhenti seketika. Kamal mengeluarkan sampul biru dari begnya lalu menyerahkan kepaa Irdina.
“Selamat membaca,” Kamal terus pergi sambil melambai-lambaikan tangannya. Tidak sempat bertanya siapa yang mengirimnya.
“Irdina ada orang bagi,” Laila memberi kotak yang sederhana besar dibalut degan kertas pembalut hadiah. Nasib baik bagi kat asrama kalau tidak kecoh kat sekolah. Irdina memasukkan semua barang-barangnya di dalam beg. Dia hendak cepat kerana ibu dan ayahnya sudah menunggu. Setelah mengucap terima kasih dia terus mengangkut barang ke kereta.
Sampai sahaja di rumah, Irdina memunggah barang-barang lalu dimasukkan dalam biliknya. Setelah selesai terus dia mengunci bilik. Dia membuka surat tersebut.
Assalamualaikum kepada Nur Irdina
Saya tidak pandai untuk bermadah pujangga tetapi saya mengirimkan lagu untukawak harap awak faham perasaan saya…
Mahar Cinta
Andainya dapat engkau mendengarkan
Suara di hatiku melagukan rindu
Kiranya engkau mampu mentafsirkan
Setiap bait kata-kata yang terucap
Pasti dirimu kan memahami
Harapan kasih yang terbina
Sekian lama di sudut hatiku
Hanyalah untukmu
Bukanlah aku sengaja
Melindungi rasa di jiwa
Namun bimbang diri kan terleka
Hanyut dibuai angan dan mimpi indah
Hingga terabai segala cita
Sedang khayalan tak menjanjikan
Segunung kebahagiaan
Sebagai mahar hantaran
Apakah mungkin engkau mengerti
Setiap cinta yang dilafazkan
Bukanlah sekadar mainan
Tetapi sebuah janji
Andainya dapat engkau mendengarkan
Suara dihatiku melagukan rindu
Kiranya engkau bias mentafsirkan
Setiap bait kata-kata yang terungkap
Pasti dirimu dapat melihat
Sekian lama di sudut hatiku
Hanyalah untukmu
Selamanya..
Harap ini akan menjadi lagu kita. Nanti kalau awak ingat saya awak bukalah lagu ni dekat internet. Kotak hadiah tu mesti awak dah terimakan? Khas untuk awak. Terima kasih kerana sudi berkawan dengan saya. Jodohku, aku tidak tahu dirimu siapa dan entah dimana. Aku Cuma tahu engkau ada, di dunia atau di syurga. Akan ku simpan perasaan ajaib ini. Akan kuluapkan untukmu setelah akad menghalalkan kita.
Aiman Nur Farhan
Irdina mencapai album di bangku taman tersebut lalu meyelak. Terdapat banyak gambarnya dan kawan-kawannya. Terasa rindu sangat. Di muka depan album tersebut tertulis ‘Ustaz Photographer’. Irdina tersenyum sendiri dia memandang pokok yang sudah menggugurkan daunnya. Subhanallah. Sangat hebat ciptaan Allah. Ketika seperti ada lampu kamera yang menjamah wajahnya.Irdina memandang kearah cahaya kamera itu. Kelihatan Aiman senyum ke arahnya dengan kamera Nikon di tangan. Irdina membalas senyuman Aiman.
*Aiman menyiapkan projek terakhirnya dan dia ingin mengambil inspirasi di Kanada sambil melawat ehem-ehem
Irdina menarik selimut hingga ke paras dada. Dia membaca doa tidur,ayat kursiy, tiga qul dan menyapukannya ke seluruh badan. Irdina memusingkan badannya ke sebelah kanan. Ikut sunnah nabi. Dapat pahala sekaligus dapat kesihatan yang baik lagi. Ini kerana menurut kajian tidur mengiring sebelah kanan mempercepatkan proses penghadaman makanan berbanding mengiring ke sebelah kiri yang mengambil masa 8 jam untuk memproses makanan. Subhanallah sangat hebat aturan Allah.
“Ina, tadi aku tengok ramai yang masuk lower 6 kat sini. Semua aku tengok, pergh hensem-hensem. Kau tak nak singgah dewan kejap ke?” Fatin rancak bercerita. Memang sinonim dengan Fatin yang bermulut becok ni. Segala gossip-gosip dan berita terkini di sekolah berada di genggamannya. Walaupun mulut becok tapi hatinya baik.
“Ina, kau dengar tak aku cakap ni. macam cakap dengan batu,”Fatin menarik muncung sedepa.
“Ye, aku dengar ni,”balas Irdina sambil tersenyum. Mereka meneuskan perjalanan mereka untuk ke kelas. Tiba-tiba, Irdina terpandang seseorang yang amat menarik perhatiannya. Orangnya memakai baju uniform tiada yang peliknya. Tapi dekat kepalanya …songkok. Budak tahfiz mana pula sesat dekat sekolah biasa ni.
Fatin perasan itu. Tapi dia buat tidak tahu. Nanti lambat pula masuk ke kelas Puan Sew. Nanti dia membebel punyalah lama ditambah lagi dengan ayat yang pedas. Memang sedap lah. Silap-silap tak belajar subjek kimia ni dengar dia membebel. Langkah mereka semakin laju.
Yeay! Habis juga exam yang telah merosakkan minda. Kini tiba hari guru. Masa ini memang paling ditunggu-tunggu oleh guru. Tiba masa pelajar-pelajar untuk membuat persembahan untuk menghargai guru-guru. Pelajar kelas Irdina sudah merancang untuk membuat teater muzikal. Walaupun mereka pelajar aliran sains, tapi jangan pandang rendah. Biologi pun mereka boleh buat lagu. Eksperimen kimia boleh pula ada yang ter’over’ letak potassium dalam air. Apa lagi, meletup la.
Mereka akan membuat persembahan Puteri Gunung Ledang. Muzik jagan risau budak teknikal ada. Bob,Aeril dan Casper. Pakar mem ‘blackout’kan asrama tu. Walaupun waktu latihan begitu singkat, tapi memang semua bagi kerjasama. No problem la.
Semasa hari guru tiba…….
Semua abang-abang upper 6 dah semua pakai tuxedo. Macam waiter pun ada. Perempuan pula memakai baju kebaya. Tapi ada yang cacat sikit la. Ketat.haha jahat betul Irdina ni. main sedap je mengata.
“Ni mesti abang Farid sponsor ni. dia je yg paling kaya,” Fatin berkata sambil membetulkan selendangnya. Persembahan kelas ni walaupun teater Gunung Ledang, tapi tak dapat de nak pakai seksi meksi. Tengoklah ketua kelas Ustaz Kamal. Erk Ustaz tu tambahan je.
Apaila guru-guru berarak masuk je. Para ‘jejaka idaman’ yang memakai tuxedo tadi melutut di depan guru dan memberikan sejambak bunga. Muka semua poyo-poyo belaka. Untungla cikgu perempuan. Ada seseorang yang mencuri pandangan Nur Irdina dari tadi. Yang memakai songkok, peang kamera. Budak tahfiz sesat.
“Irdina, cepat kita buat persembahan pertama,” Irdina pantas masuk ke dalam bilik persalinan membetulkan apa yang patut. Persembahan berjalan dengan lancar. Di celah-celah orang ramai masih lagi wajah itu tidak dilepaskan oleh Irdina
“Kau ni, tengok je. Tak nak tegur ke?”Fatin menegur. Dia mula bergerak kea rah budak tahfiz sesat itu. Main sedap je cop nama kan. Irdina menahan Fatin.
“Tak payahlah. Malu ni,”
“Alah tak pe lah,”
“Assalamualaikum, form berapa ni?” Waaa!!! Dia ada dekat depan. Irdina tertunduk malu.
“Waalaikumusalam. Dah nak SPM da ni.”Fatin menjawab. Mereka berbual seketika. Irdina berlalu ke belakang pentas. Tidak lama kemudian, Fatin datang dengan senyuman penuh makna. Tanpa dipinta Fatin terus menceritakan latar belakang lelaki itu.
“ Namanya Aiman Nur Farhan. Dulu pernah sekolah tahfiz. Masa Tingkatan 4 pindah sekolah biasa. Tak tahulah kenapa. Tak Tanya pula. Tapi aku tengok dia memang minat fotografi la. Mesti dia ambil kelas multimedia nanti. Boleh kau selalu jumpa dia.” Fatin tersengih nakal. Irdina menampar bahu Fatin. Nakal betul. Ya Allah jauhkan aku daripada zina. Cahaya kamera pantas menjamah muka irdina tanpa disedari.
"Irdina, saya nak awak siapkan semua sistem maklumat dan data hari ini juga. Besok pegawai akan datang melawat sekolah kita. So, by hook or by the crook awak kena siapkan hri ini juga," pesan Cikgu Sulaiman sebelum keluar dari kelas. Irdina sudah tersandar di kerusi. Cikgu ni sakit kepala belajar add math tadi tak hilang dah tambah tugas baru. Fatin yang duduk di sebelahnya menepuk bahunya seakan memberi kekuatan.
"Fatin tolonglah aku, petang ni je. Ada lebih kurang 500 maklumat lagi tak keep in. Please...," suara Irdina seakan merayu. Bukan seakan dah memang merayu pun.
"Alah aku bukan tak nak tolong kau. Tapi aku dah janji dengan budak PMR tu nak ajar. Nanti bising pula. Aku dah banyak tangguh dengan mereka,"Fatin berasa serba salah.
"Tak pe lah aku buat seorang je. Nanti aku mintalah tolong sesiapa,"Irdina seperti kecewa. Kelas mereka hampir kosong. Mereka bergerak meninggalkan kelas.
"Kau tak nak balik hostel dulu ke?"Fatin bertanya.
"Tak payah lah. Aku solat kat sekolah je. Nanti boleh terus pergi ke bilik multimedia," Fatin mengangguk. Mereka mengambil arah masing-masing. Fatin ke asrama manakala Irdina ke surau sekolah.
Irdina meletakkan beg di dalam surau dan terus mengambil wudhuk di dalam bilik wudhuk. Irdina memerhati di dalam surau. Hanya dia seorang sahaja. Selepas dia menunaikan solat zuhur, Irdina melipat kain telekung. Sedang dia melipat kain telekung, dia terdengar suara seseorang sedang membaca Al-Quran. Berdasarkan apa yang didengar surah yang dibaca ialah surah Yusuf. Surah yang sangat digemarinya. Suaranya suara lelaki. Merdu. Irdina mendengar sampai habis. Apabila habis dia terus keluar dari surau. Baru dia sedar hanya dia dengan lelaki itu sahaja yang ada di surau.
Semasa dia keluar, dia terserempak dengan seorang lelaki yang dikenali. Aiman Nur Farhan. Adakah dia pemilik suara itu? Hati Irdina berkira. Mahu tegur atau tidak. Aiman perasan Irdina ada di situ.
"Awak tak balik lagi ke?" tanya Aiman. Irdina mula kalut. Adus apa nak cakap ni. Dah aku ada kat sini dah sah-sah lah tak baik lagi. Akhirnya Irdina menggeleng menjawab pertanyaan tersebut. Jantungnya dah macam nak tercabut. Macam nak pengsa pun ada. Adakah ini....
"Awak buat apa lagi? Bukan dah tak de kelas lagi ke?" Aiman bertanya lagi. Memang sikapnya begitu. Suka menegur orang.
"Saya ada tugasan sikit. Kena siapkan maklumat dan data pelajar,"Irdina menjawab perlahan.
"Jom,"Aiman mengajak.
"Jom?Nak pergi mana,"Irdina bertanya seakan orang bodoh.
"Pergi siapakan kerja awaklah. Mesti banyakan. Saya pernah buat benda alah tu. Tak mungkin awak boleh siapkan seorang diri," Irdina bersetuju. Mana mungkin dia menyiapkan seorang diri. Mereka sama-sama menuju ke bilik multimedia. Sampai sahaja di sana Aiman membuka semua tingkap dan pintu. Katanya nanti ada orang salah faham pula. Irdina bersetuju.
~~~~~
"Siap juga akhirnya," Irdina berkata puas. Aiman tersenyum. Seronok membuat kerja yang sudah lama ditinggalkannya. Dulu di sekolah lama dia selalu membuat kerja seperti ini. Kata guru dan rakannya dia taip laju. yelah.
"Jomlah balik dah pukul 5.30 petang ni," Irdina mengajak. irdina sudah keluar dari bilik multimedia. Menunggu di luar. Dia membiarkan Aiman menutup semua kipas lampu segala apa lagi yang mesti ditutup. hehe jahat juga aku ni. Mereka berjalan menuju ke asrama. Aiman jalan di depan manakala Irdina mengekori belakang Aiman.
"Siapa yang kat dewan tu?"Aiman bertanya. Irdina melihat ke arah yang dipandang Aiman. Tiada apa yang mencurigakan pun. Aiman pergi menghampiri dewan tersebut. Irdina mengekori mahu tahu apa yang ada di dewan meskipun bulu romanya sudah meremang. Semakin lama mendekat, Irdina dapat mendengar suara perempuan dan suara lelaki bergelak ketawa. Kedengaran seperti dari dalam bilik persalinan di belakang dewan. Hampir sahaja di pintu bilik persalinan..
"Opocot mak engkau,"Irdina melatah. Kamal rupanya. Dia meletakkan jari telunjuk di jari. Irdina faham dia menunjukkan isyarat zip mulut. Aiman sedang bincang sesuatu dengan Kamal. Selepas itu mereka memandang ke belakang ke arah Irdina. Irdina mengangkat kening.Kenapa?
"Kita serang dia senyap-senyap nanti mereka lari. Kau nanti tangkap yang perempuan,” Kamal menjelaskan strategi mereka. Irdina membuat thumbs up tanda dia faham. Mereka pun memulakan misi mereka. Misi pencegah maksiat. Part time je. Semakin lama semakin mendekat. Semakin lama semakin jelas suara mereka bergelak ketawa. Aiman yang berada di hadapan sekali memulas tombol pintu.
“Hoi, kau buat apa ha?” Kamal menjerit. Terkejut Irdina yang ada di belakang. Tidak pernah ketua kelasnya itu marah sebegitu rupa. Orang yang di dalam bilik itu lagi terkejut. Aiman dan Kamal masuk ke dalam bilik itu diikuti oleh Irdina. Alangkah terkejutnya Irdina melihat seorang yang sangat dikenalinya bahkan orang yang dihormati oleh seluruh sekolah kerana kewibawaannya membuat perkara yang sangat dibenci oleh Allah.
“Fatin, Shahril apa yag kau buat ni?” Irdina marah. Namun ada rasa kecewa di situ melihat teman baiknya melakukan zina. Mana pergi segala kata nasihat yang diberikan kepada pelajar-pelajar dulu? Mana pergi sifat malunya? Irdina mempersoalkan. Namun tiada jawapan. Fatin sudah menangis teresak-esak.
“Aku silap Dina. Aku tak tahu kenapa aku jadi macam ini. Shahril yang ajak aku,” Fatin masih mahu membela diri.
“Eh asal salah aku pula. Kau yang terhegeh-hegeh kat aku. Aku on je,” Shahril membela diri pula. Dah terg-terang dua-dua salah. Kamal memegang kemas tangan Shahril.
“Eh kau lah yang salah kau yang ajak aku,” Fatin bersuara dengan esak tangisnya. Seraya itu Irdina menampar pipi Fatin. Kepala Fatin terasa terpusing 360 darjah. Fatin memegang pipinya. Sakit.
“Kau memang tak guna. Aku benci kau. Kau bukan kawan aku lagi,”Irdina berkata geram. Dia terus berlalu meninggalkan mereka. Tidak menghiraukan esak tangis Fatin yang semakin kuat.
“Bawa mereka jumpa Ustaz Azhan. Biar dia uruskan,”Irdina berpesan lagi kepada Kamal dan Aiman.
~~
Berita buruk memang cepat tersebar. Belum sampai sehari berita Fatin dan Shahril kerana tangkap basah telah tersebar di seluruh sekolah. Bermacam-macam spekulasi dibuat. Ada antaranya yang membela ada yang mencaci maki ah manusia. Hari itu Irdina hanya jalan berseorangan tidak mahu berjumpa rakan baiknya itu. Bukan benci tapi sangat kecewa. Kecewa kerana rakannya yang sering menasihati orang ramai untuk menjauhi zina tetapi dia buat juga. Orang yang sangat dia percayai, orang yang sangat dia hormati kerana keperibadiannya yang cantik. Bak kata guru-guru dia ialah perempuan acuan Al-Quran tetapi..ah sangat payah untuk menerima.
Hari ini tindakan buang sekolah akan dijalankan ke atas Shahril dan Fatin. Sebelum itu mereka akan diarak bagai orang kahwin ke seluruh sekolah. Memang selalu begitu supaya menjadi pengajaran kepada semua pelajar. Sepanjang perarakan itu Irdina dapat melihat muka sedih Fatin manakala Shahril hanya muka selamba. Tidak tahu malu agaknya Shahril ni.
“Pertama sekali akak nak minta maaf dekat semua adik-adik akak kerana tidak dapat menjadi contoh yang baik kepada adik-adik semua. Tidak lupa kepada rakan-rakan saya, saya nak minta maaf terutama untuk kawan baik saya Irdina,” Itulah ucapan terakhirnya di Aspuri. Ucapannya itu hanya didengari oleh sebahagian penghuni sahaja. Itupun yang dengar ada yang memaki di situ juga. Fatin memeluk Irdina sambil mengucapkan kata-kata maaf. Namun Irdina kaku.
Sekarang sudah lebih kurang 3 tahun peristiwa itu berlaku. Sekarang ini Irdina sudah berada di Kanada. Melanjutkan pelajran untuk menjadi seorang doktor.Fatin dengarnya di USM .Manakala Aiman pula dengarnya berada di Universiti Lim Kok Wing. Jurusan apa lagi yang mahu ambil selain daripada fotografi. Sebenarnya ada cerita sebelum mereka berpisah. Hehe
~~
“Kamal, harini Kamal nampak hensem lah,”Aiman memuji.
“Abang ni, puji-puji mesti ada apa-apa ni,”Kamal serkap jarang. Aiman hanya tersengih.
“Adalah tu,”Kamal berkata lagi. Aiman menyeluk poketnya sambil mengeluarkan sekeping sampul surat berwarna biru muda. Kamal tersengih nakal. Nak suruh aku bagilah tu.
“Bagi kat Irdina tau. Tapi bagi masa hari last exam. Nati terganggu pula dia nak study,”
“Ok beres bos. Tapi mesti nak ni,” Kamal mengisyaratkan duit.
“Nanti abang belanja cendol Pak Mat kat depan tu,”
“Tau je abang ni. Ni bertambah sayang dekat abang ni,”Kamal memaut leher Aiman. Tingginya lebih kurang je
“Erk sayang??”Aiman tersengih. Kamal melepaskan leher Aiman.
“Bukan sayang itulah abang. Sayang sebagai kawan,”Kamal menerangkan. Tidak usah terang pun tak pe Aiman sudah mengerti.
Habis exam terakhir semua dah bersorak gembira. Ada juga yang mengucap hamdalah. Ingat juga kat tuhan. Irdina bersalaman dan berpelukan dengan semua rakan-rakanya. Maklumlah nanti dah merata. Bila nak jumpa lagi. Irdina keluar dari dewan.
“Irdina! Tunggu, aku nak bagi kau something,”kelihatan Kamal berlari terkocoh-kocoh mendapatkannya. Irdina berhenti seketika. Kamal mengeluarkan sampul biru dari begnya lalu menyerahkan kepaa Irdina.
“Selamat membaca,” Kamal terus pergi sambil melambai-lambaikan tangannya. Tidak sempat bertanya siapa yang mengirimnya.
“Irdina ada orang bagi,” Laila memberi kotak yang sederhana besar dibalut degan kertas pembalut hadiah. Nasib baik bagi kat asrama kalau tidak kecoh kat sekolah. Irdina memasukkan semua barang-barangnya di dalam beg. Dia hendak cepat kerana ibu dan ayahnya sudah menunggu. Setelah mengucap terima kasih dia terus mengangkut barang ke kereta.
Sampai sahaja di rumah, Irdina memunggah barang-barang lalu dimasukkan dalam biliknya. Setelah selesai terus dia mengunci bilik. Dia membuka surat tersebut.
Assalamualaikum kepada Nur Irdina
Saya tidak pandai untuk bermadah pujangga tetapi saya mengirimkan lagu untukawak harap awak faham perasaan saya…
Mahar Cinta
Andainya dapat engkau mendengarkan
Suara di hatiku melagukan rindu
Kiranya engkau mampu mentafsirkan
Setiap bait kata-kata yang terucap
Pasti dirimu kan memahami
Harapan kasih yang terbina
Sekian lama di sudut hatiku
Hanyalah untukmu
Bukanlah aku sengaja
Melindungi rasa di jiwa
Namun bimbang diri kan terleka
Hanyut dibuai angan dan mimpi indah
Hingga terabai segala cita
Sedang khayalan tak menjanjikan
Segunung kebahagiaan
Sebagai mahar hantaran
Apakah mungkin engkau mengerti
Setiap cinta yang dilafazkan
Bukanlah sekadar mainan
Tetapi sebuah janji
Andainya dapat engkau mendengarkan
Suara dihatiku melagukan rindu
Kiranya engkau bias mentafsirkan
Setiap bait kata-kata yang terungkap
Pasti dirimu dapat melihat
Sekian lama di sudut hatiku
Hanyalah untukmu
Selamanya..
Harap ini akan menjadi lagu kita. Nanti kalau awak ingat saya awak bukalah lagu ni dekat internet. Kotak hadiah tu mesti awak dah terimakan? Khas untuk awak. Terima kasih kerana sudi berkawan dengan saya. Jodohku, aku tidak tahu dirimu siapa dan entah dimana. Aku Cuma tahu engkau ada, di dunia atau di syurga. Akan ku simpan perasaan ajaib ini. Akan kuluapkan untukmu setelah akad menghalalkan kita.
Aiman Nur Farhan
Irdina mencapai album di bangku taman tersebut lalu meyelak. Terdapat banyak gambarnya dan kawan-kawannya. Terasa rindu sangat. Di muka depan album tersebut tertulis ‘Ustaz Photographer’. Irdina tersenyum sendiri dia memandang pokok yang sudah menggugurkan daunnya. Subhanallah. Sangat hebat ciptaan Allah. Ketika seperti ada lampu kamera yang menjamah wajahnya.Irdina memandang kearah cahaya kamera itu. Kelihatan Aiman senyum ke arahnya dengan kamera Nikon di tangan. Irdina membalas senyuman Aiman.
*Aiman menyiapkan projek terakhirnya dan dia ingin mengambil inspirasi di Kanada sambil melawat ehem-ehem

SEBUTAN ALIF..LAM..LAM..HA..(ALLAH) BOLEH JADI PENAWAR PENYAKIT

Vander Hoven,seorang ahli saikologi ternama dari belanda telah mengumumkan penemuan hasil kajian terbarunya tentang kesan membaca Al-Quran dan kesan mengulangi menyebut perkataan ALLAH yang dilakukan terhadap pesakitnya.
Professor itu telah menjalankan kajian ke atas ramai pesakitnya selama tiga tahun.
sesetengah dari pesakit yang dibuat kajian itu bukan beragama Islam dan tidak pandai berbahasa Arab tetapi telah dilatih untuk menyebut perkataan ALIF LAM LAM HA (ALLAH),Hasil dari kajian itu amat mengkagumkan,khusus sekali untuk yang mengalami tekanan dan murung.
Bagi yang beragama Islam dan mampu membaca Al-Quran,boleh menghindari diri mereka dari penyakit jiwa dan saikologi jika mengamalkan pembacaan Al-Quran dan mengeja perkataan Allah.
Pakar saikologi itu menjelaskan setiap huruf Arab ALLAH itu memberi kesan lega terhadap penyakit saikologi.Dalam kajiannya dia dapati semasa menyebut perkataan ALIF,ia keluarkan dari sistem pernafasan dan dapat mengawal nafas.Semasa menyebut huruf LAM berulang dua kali,di mana lidah menyentuh sedikit bahagian hujung langit-langit buat seketika,membuatkan pernafasan rehat,Kemudian menyebut huruf HA pula berlakulah hubungan antara jantung dan hati dan hubungan ini mengawal dengupan jantung manusia.
Lebih menarik lagi diberitahu,Professor yang menjalankan kajian ini bukan beragama Islam tetapi beliau amat minat untuk mengkaji Sains dalam Dunia Islam dan mencari serta membongkarkan segala rahsia yang ada didalam Al-Quran..(Sumber dari akhbar al-watan.Saudi Arabia)
Semoga Hatinya juga terpaut pada Kehebatan Allah dan Agama Islam..
Jadi jangan lengah lagi..teruskan menyebut Kalimah yang mulia ini berulang-ulang kali...
Awan terbentuk kalimah ALLAH di Putrajaya...
bulan ke bulan...
Assalamualaikum .. sedar atau tidak kita sudah berada di bulan Sya'ban, insyaAllah.. kita juga akan bertemu dengan bulan Ramadan. Mugkin ada sesetengah daripada kita yang tidak sedar dan ada juga antara kita yang berusaha meningkatkan amal ibabat kepada Allah SWT..Di sini saya ingin kongsikan amalan yang kita boleh lakukan di bulan Sya'ban .
Antara amalan yang sering dilakukan oleh para ulama' pada bulan Sya'ban adalah seperti berikut:-
Pertama : Berpuasa.
Saidatina Aisyah r.a. berkata bahawa;
"Tidak pernah Rasulullah s.a.w. berpuasa lebih banyak daripada bulan Sya'ban (selain bulan Ramadan. (Riwayat Bukhari)
Saidina Zaid r.a berkata bahawa:
"Aku telah bertanya kepada Rasulullah s.a.w., "Ya Rasulullah, aku tidak pernah menyaksikan seumpama puasamu di bulan Sya'ban dengan lain-lain bulan kecuali bulan Ramadan".
Rasulullah s.a.w. bersabda;
"Itulah bulan Sya'ban di mana manusia lalai mengenainya iaitu antara bulan Rejab dan Ramadan, ia adalah bulan di mana segala amalan diangkat kepada Allah Tuhan sekalian alam. Maka aku sangat suka sekiranya amalanku diangkat sedangkan pada masa itu aku dalam keadaan berpuasa". (Riwayat Ahmad)
Kedua : Beristighfar, berselawat dan berzikir.
Oleh kerana bulan Sya'ban adalah bulan yang sangat mulia di sisi Allah S.W.T. dan rasul-Nya, maka wajarlah kiranya sepanjang bulan itu kita memperbanyakan ibadah seperti beristighfar, berselawat kepada nabi, berzikir serta bertasbih.
Ketiga : Memperbanyakan membaca al Quran dan bersedekah.
Daripada Anas bin Malik r.a. katanya; sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w. apabila mereka melihat anak bulan dipermulaan bulan Sya'ban, mereka bersungguh-sungguh membaca al-Quran. Di samping itu, umat Islam dianjurkan mengeluarkan sedekah kepada fakir miskin supaya golongan yang tidak bernasib baik ini akan memiliki kekuatan untuk menyambut kedatangan bulan Ramadan.
Sebenarnya banyak lagi amalan yang boleh dilakukan dan kesempatan yang baik di bulan Sya'ban ini, marilah kita muhasabah diri bertaubat dengan memberhentikan semua kegiatan maksiat yang telah dilakukan, di samping memohon keampunan daripada Allah SWT. Marilah kita menunaikan tiap-tiap yang diwajibkan, di samping menjalankan tanggungjawab amar makruf dan mencegah kemungkaran. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bertaqwa.
"Dan bersegeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan daripada Tuhan kamu, dan (mendapat) syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang yang bertaqwa". (Ali-‘Imran : 133)
Antara amalan yang sering dilakukan oleh para ulama' pada bulan Sya'ban adalah seperti berikut:-
Pertama : Berpuasa.
Saidatina Aisyah r.a. berkata bahawa;
"Tidak pernah Rasulullah s.a.w. berpuasa lebih banyak daripada bulan Sya'ban (selain bulan Ramadan. (Riwayat Bukhari)
Saidina Zaid r.a berkata bahawa:
"Aku telah bertanya kepada Rasulullah s.a.w., "Ya Rasulullah, aku tidak pernah menyaksikan seumpama puasamu di bulan Sya'ban dengan lain-lain bulan kecuali bulan Ramadan".
Rasulullah s.a.w. bersabda;
"Itulah bulan Sya'ban di mana manusia lalai mengenainya iaitu antara bulan Rejab dan Ramadan, ia adalah bulan di mana segala amalan diangkat kepada Allah Tuhan sekalian alam. Maka aku sangat suka sekiranya amalanku diangkat sedangkan pada masa itu aku dalam keadaan berpuasa". (Riwayat Ahmad)
Kedua : Beristighfar, berselawat dan berzikir.
Oleh kerana bulan Sya'ban adalah bulan yang sangat mulia di sisi Allah S.W.T. dan rasul-Nya, maka wajarlah kiranya sepanjang bulan itu kita memperbanyakan ibadah seperti beristighfar, berselawat kepada nabi, berzikir serta bertasbih.
Ketiga : Memperbanyakan membaca al Quran dan bersedekah.
Daripada Anas bin Malik r.a. katanya; sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w. apabila mereka melihat anak bulan dipermulaan bulan Sya'ban, mereka bersungguh-sungguh membaca al-Quran. Di samping itu, umat Islam dianjurkan mengeluarkan sedekah kepada fakir miskin supaya golongan yang tidak bernasib baik ini akan memiliki kekuatan untuk menyambut kedatangan bulan Ramadan.
Sebenarnya banyak lagi amalan yang boleh dilakukan dan kesempatan yang baik di bulan Sya'ban ini, marilah kita muhasabah diri bertaubat dengan memberhentikan semua kegiatan maksiat yang telah dilakukan, di samping memohon keampunan daripada Allah SWT. Marilah kita menunaikan tiap-tiap yang diwajibkan, di samping menjalankan tanggungjawab amar makruf dan mencegah kemungkaran. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bertaqwa.
"Dan bersegeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan daripada Tuhan kamu, dan (mendapat) syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang yang bertaqwa". (Ali-‘Imran : 133)
:: BISIKAN SIR ::
✿ܓ♥ YAKINI HIKMAH TAKDIRNYA
Jangan kamu menentang takdir ALLAH, ia adalah keputusan-Nya yang agung, tiada siapa yang boleh menahan atau membantah. Turun dan naiknya nafasmu itu adalah takdir ALLAH, kamu akan binasa jika menahannya. Terimalah takdir-Nya dengan keredhaan walaupun kamu buta untuk memahami kebaikannya. Ingatlah bahawa Dia tidak akan menzalimimu walau satu z...arah sekalipun, tetapi engkau sebenarnya yang menzalimi dirimu andai engkau berpaling dari peraturan-Nya. Perbanyakkanlah wirid untuk memahami rahsia-nya. Hanya kekasih yang memahami bahasa kekasihnya.
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27 ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي
"Wahai orang-orang yang memiliki nafsu mutmainnah (jiwa tenang). Kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan kamu redha dan diredhai-Nya. Masuklah dalam kumpulan hamba-hamba-Ku yang berbahagia, dan masuklah ke dalam Syurga-Ku!" [Al-Fajr: 27-30]
Jangan kamu menentang takdir ALLAH, ia adalah keputusan-Nya yang agung, tiada siapa yang boleh menahan atau membantah. Turun dan naiknya nafasmu itu adalah takdir ALLAH, kamu akan binasa jika menahannya. Terimalah takdir-Nya dengan keredhaan walaupun kamu buta untuk memahami kebaikannya. Ingatlah bahawa Dia tidak akan menzalimimu walau satu z...arah sekalipun, tetapi engkau sebenarnya yang menzalimi dirimu andai engkau berpaling dari peraturan-Nya. Perbanyakkanlah wirid untuk memahami rahsia-nya. Hanya kekasih yang memahami bahasa kekasihnya.
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27 ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي
"Wahai orang-orang yang memiliki nafsu mutmainnah (jiwa tenang). Kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan kamu redha dan diredhai-Nya. Masuklah dalam kumpulan hamba-hamba-Ku yang berbahagia, dan masuklah ke dalam Syurga-Ku!" [Al-Fajr: 27-30]
wanita pilihan
✿Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ Untukmu Wahai Mutiara Kehormatan Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ✿
♥ WANITA PILIHAN bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,
tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada dibaliknya.
... ♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan,
tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari kehebatanya berbahasa,
tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian
tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang dijalan,
tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
♥ WANITA PILIHAN bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari sifatnya dalam bergaul,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.
Keep istiqomah with our purdah ya akhwati fillah....^_^♥See more
♥ WANITA PILIHAN bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,
tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada dibaliknya.
... ♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan,
tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari kehebatanya berbahasa,
tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian
tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang dijalan,
tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
♥ WANITA PILIHAN bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
♥ WANITA PILIHAN bukan dilihat dari sifatnya dalam bergaul,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.
Keep istiqomah with our purdah ya akhwati fillah....^_^♥See more
... HAKEKAT KECANTIKAN ...
✿Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ Untukmu Wahai Mutiara Kehormatan Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ✿
Cantik Itu ..
... Bukan Ia Yang Memiliki Mata Yang Indah,
Melainkan Ia Yang Selalu Menjaga Pandangan Matanya ...
Cantik Itu ..
Bukan Ia Yang Memiliki Senyum Yang Menawan,
Melainkan Ia Selalu Tersenyum Karena Ibadah ...
Cantik Itu ..
Bukan Ia Yang Memiliki Bibir Terindah,
Melainkan Ia Yang Memiliki Bibir Untuk Slalu Berdzikir ...
Cantik Itu ..
Bukan Karena Ia Yang Selalu Menggunakan Make Up Yang Mahal Di Wajahnya,
Melainkan Ia Yang Selalu Membasuh Wajahnya Dengan Air Wudhu ...
Cantik Itu..
Bukan Ia Yang Memiliki Tubuh Yang Indah,
Melainkan Ia Yang Selalu Menghijab Tubuhnya Dengan Pakaian-Pakaian Santun ...
Cantik Itu ..
Bukan Ia Yang Selalu Menolong, Melainkan Ketulusan Hatinya Saat Ia Menolong.
Cantik Itu ..
Ada Pada Hatimu Yang Tercantik..
Karena Kecantikan Hatimu Akan Memancarkan Cahaya Di Wajahmu ....
Dan Cantik itu Lebih Indah Jika kau Tutup Dngan SeheLaI KaIn ♥
Jadikanlah Hatimu Lebih Cantik Dari Wajahmu Wahai Saudariku ♥
*•. Indahnya hiasan diwajahmu MuSlImAh BeRPuRdAh .•*
Keep istiqomah with our purdah ya akhwati fillah....^_^♥
Cantik Itu ..
... Bukan Ia Yang Memiliki Mata Yang Indah,
Melainkan Ia Yang Selalu Menjaga Pandangan Matanya ...
Cantik Itu ..
Bukan Ia Yang Memiliki Senyum Yang Menawan,
Melainkan Ia Selalu Tersenyum Karena Ibadah ...
Cantik Itu ..
Bukan Ia Yang Memiliki Bibir Terindah,
Melainkan Ia Yang Memiliki Bibir Untuk Slalu Berdzikir ...
Cantik Itu ..
Bukan Karena Ia Yang Selalu Menggunakan Make Up Yang Mahal Di Wajahnya,
Melainkan Ia Yang Selalu Membasuh Wajahnya Dengan Air Wudhu ...
Cantik Itu..
Bukan Ia Yang Memiliki Tubuh Yang Indah,
Melainkan Ia Yang Selalu Menghijab Tubuhnya Dengan Pakaian-Pakaian Santun ...
Cantik Itu ..
Bukan Ia Yang Selalu Menolong, Melainkan Ketulusan Hatinya Saat Ia Menolong.
Cantik Itu ..
Ada Pada Hatimu Yang Tercantik..
Karena Kecantikan Hatimu Akan Memancarkan Cahaya Di Wajahmu ....
Dan Cantik itu Lebih Indah Jika kau Tutup Dngan SeheLaI KaIn ♥
Jadikanlah Hatimu Lebih Cantik Dari Wajahmu Wahai Saudariku ♥
*•. Indahnya hiasan diwajahmu MuSlImAh BeRPuRdAh .•*
Keep istiqomah with our purdah ya akhwati fillah....^_^♥
LELAKI ....
✿Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ Untukmu Wahai Mutiara Kehormatan Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ✿Lelaki Terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan,
... melainkan yang bisa membuatkn wanita merasa tercantik di dunia ...
Lelaki Tergagah di hati wanita bukanlah yang paling kuat ototnya,
melainkan yang mampu mendengarkan, memahami, & mengerti curahan hati ...
Lelaki Terkaya bagi wanita, bukanlah yang terbanyak hartanya.
Melainkan dia yang pandai bersyukur & mengungkapkan terimakasih .
Lelaki Tersoleh bagi wanita,
bukan sekedar yang banyak ilmu agama & rajin ibadahnya,
juga yang paling mulia akhlaknya ...
Lelaki paling hebat bagi wanita,
bukanlah yang mampu membelikan apapun untuknya;
melainkan yang senyum & airmatanya selalu setia bersama ...
Lelaki Tercinta bagi wanita;
dia yang prasangka tak mengalahkan akhlaqnya;
yang kekesalan tak mengalahkan kemaafannya ...
Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat_Nya sempurnalah semua kebaikan ....
Langgan:
Catatan (Atom)








